Ternyata, Selama Ini Terdapat 4 Macam Kalender di Indonesia

Kalender sudah menjadi barang yang sering ditemukan baik di setiap rumah, kantor, ataupun tempat lainnya. Fungsi kalender pun bermacam-macam, sebagai pemberi tanda hari apa yang sedang kamu lewati, memberitahukan hari raya, pengingat tanggal lahir, dan kegiatan lain-lainnya yang berhubungan dengan tanggal.

Namun pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana membuat perhitungan hari yang ada di kalender tersebut? Di Indonesia sendiri, ada beberapa macam kalender yang dipakai oleh orang Indonesia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.


1. Kalender Masehi atau Kalender Matahari
Kalender Masehi dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret di mana perhitungannya menggunakan pola pergerakan bumi mengelilingi matahari dari satu titik hingga kembali ke titik tersebut. Oleh karena itu kalender Masehi juga disebut sebagai kalender matahari. Dalam kalender Masehi, pola pergerakan bumi mengelilingi Matahari adalah 365,2422 hari dan dibagi menjadi 12 bulan dalam satu tahun, dan 7 hari dalam satu minggu. Kelebihan angka 0,2422 hari dalam setahun, dikumpulkan menjadi satu hari setiap 4 tahun sehingga tahun keempat bertambah hari dalam setahun menjadi 366 hari dan sering disebut sebagai tahun kabisat. Selain itu kalender Masehi merupakan kalender yang dipakai di seluruh dunia sehingga nantinya mempermudah komunikasi antar dunia.


2. Kalender Hijriyah atau Kalender Bulan
Jika Kalender Masehi menggunakan matahari sebagai patokan, maka Kalender Hijriyah menjadi kalender yang menggunakan bulan sebagai patokan. Kalender Hijriyah dihitung sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad ke Makkah dan Madinah pada tahun 622, sehingga kalender Hijriyah menjadi patokan bagi umat muslim. Karena menggunakan bulan sebagai patokan, perhitungan kalender Hijriyah dimulai dari bulan baru (bulan sabit yang sangat tipis dan disebut dengan hilal), bulan sabit muda, bulan separuh awal, bulan purnama, bulan separuh akhir, bulan sabit tua, bulan mati dan kembali ke bulan baru. Pola periodik tersebut memiliki lama 29,5306 hari sehingga dalam setahun ada 12 bulan atau 354,366 hari yang dibulatkan menjadi 354 atau 355 hari.


3. Kalender Jawa
Kalender Jawa juga sering dipakai oleh orang Indonesia terutama yang bersuku Jawa. Perhitungannya cukup rumit karena menggunakan dua siklus, yakni siklus mingguan dan siklus pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Kalender Jawa diyakini merupakan perpaduan antara budaya Islam, Hindu-Buddha Jawa, dan budaya Barat.


4. Kalender Saka
Kalender Saka yang berasal dari India menjadi kalender dasar bagi kalender Jawa dan Kalender Bali. Kalender yang juga disebut sebagai Syamsiah-Kamariah dimulai pada tahun 78 Masehi, yang menggunakan perpaduan antara kalender matahari dan bulan. Sebelum dimodifikasi, kalender ini dulunya digunakan oleh masyarakat Indonesia sebelum masuknya ajaran Islam di Nusantara.


Bukan hanya kalender yang biasa kamu lihat selama ini, nyatanya ada banyak perhitungan hari dari berbagai macam budaya selama ini. Berbagai macam kalender ini juga sering digunakan untuk menjadi acuan saat hari raya atau hari penting nasional.